#search_form { display:none }

Kamis, 28 Agustus 2014

Pembekalan calon pemimpin Ormawa UKWMS 2014/2015




Kegiatan yang diadakan oleh BPMU angkatan 2014 yang diselenggarakan di daerah gunung Tabor, Malang, dimulai pada tanggal 19-22 Juni 2014. Kegiatan yang berisikan outbond dan pemberian materi seputar universitas dan bagaimana menjadi ketua ormawa yang baik. Saya mewakili UKM 3 sebagai calon ketua ormawa karena pada saat itu kami belum sempat melakukan pemilihan ketua periode yang baru. Dari 44 ormawa kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang tentu akan berdinamika bersama selama 4 hari 3 malam.

Dihari pertama, kami 44 calon ketua ormawa dikumpulkan jam 7 pagi di plasa UKWMS Dinoyo. Pada waktu itu kami diminta untuk mempersiapkan makanan yang telah ditentukan oleh panitia, dan mengumpulkan perlengkapan-perlengkapan yang akan digunakan selama pembekalan kali ini. Sebelum keberangkatan Wakil Rektor 1, Bpk. Harto memberikan sedikit kata-kata motivasi untuk mengikuti kegiatan ini.  Kami pun akhirnya berangkat pukul 08.00 WIB, dengan menaiki garnisun dan gisang yang telah dipersiapakan oleh panitia.

Sesampainya di lokasi, kami diminta untuk memakan makanan yang telah kami persiapkan sebelum berangkat sebagai makan siang kami. Kelompok kami diminta untuk membuat satu bungkus makanan untuk tiap anak yang berisis nasi, ikan lele, selada, dan dadar jagung. Saat makan ternyata makanan yang telah kami siapkan ditukar dengan kelompok yang lain, dan cara kami makan pun diatur oleh panitia. Kami semua diminta untuk duduk melingkar sesuai dengan kelompok masing-masing kemudian tangan kami diikat satu dengan yang lainnya, dan kami harus saling menyuapi. Hal menarik pula dalam makan siang ini, minum yang disediakan hanya 1,5 liter dan itu untuk seluruh peserta yang ikut dalam kegiatan ini tidak termasuk panitia.
Seusai makan kami diminta untuk menaruh barang kami di kamar yang kami pilih secara bebas. Luar biasanya kamar-kamar yang kami tempati tidak ada lampu sama sekali dan hanya beralaskan karpet. Kami pun melanjutkan dengan outbond pertama, dimana kami diminta untuk mengambil koin dan sedotan dalam sebuah baskom yang telah diisi campuran tepung, kopi, biscuit, dan kanji. Yaaaaah…. rasanya tentu sangat tidak enak dan juga sambil ditemani dengan cuaca hujan. Berlanjut ke pos berikutnya dimana tiap kelompok harus mengambil sebuah bola pimpong yang telah diberi nomer di dalam sebuh kolam. Nomer-nomer itu ternyata merupakan sebuah bentuk perform secara langsung dan juga terdapat beberapa atribut pakaian yang harus dipakai oleh salah satu dari perwakilan kelompok, dari pos itu menunjukan seberapa besar kepercayaan diri kami, dan setelah itu pun kami diminta untuk berbenah diri untuk mengikuti sesi berikutnya.

Sesi berikutnya kami diminta untuk bermain permainan kecil, yaitu naga-nagaan, dimana satu kelompok kakinya diikat semua kemudian diberikan sebuah balon untuk dilindungi. Pada saat makan malam kami diberikan sebuah tempeh yang berisi makanan yang harus kami habiskan, kami tidak diberikan sendok jadi dengan tidak langsung yah menggunakan tangan, untungnya nggak pake suap-suapan lagi. Sesi berikutnya kami diminta untuk membuat sebuah bentuk bebas dengan menggunakan 1 bungkus sedotan dengan kriteria harus kuat, tidak boleh jatuh saat ditiup, dan tidak boleh roboh ketika diangkat dan dijatuhkan. Barang-barang yang dihasilkan oleh tiap-tiap kelompok sangat menarik, ada yang membuat kincir angin, menara, dan lain-lain. Kami pun diminta tidur setelah kegiatan itu, tapi anehnya tidak biasanya dalam sebuah kegiatan pelatihan kami diminta tidur dengan secepat itu, kira-kira waktu itu jam 8 malam. Ternyata benar, pada saat kami berisitirahat, satu persatu peserta dibangunkan untuk menyelesaikan sesi JJM (Jalan-jalan Malam). Ada 5 pos yang harus saya lewati, tiap pos mempunyai makna dan bila berhasil menyelesaikan pos akan diberikan sebuah pesan bersambung, dan bila gagal wajah kami akan dicoret dengan tepung. 

Pada hari kedua, kami melakukan senam dan diberi asupan campuran coklat, biscuit dan snack. Setelah itu kami dibagi menjadi beberapa kelompok baru, dan diminta untuk menyelesaikan outbond. Lintasan yang dilalui cukup berat, karena kami harus melintasi sungai dan juga pos-pos. Dalam outbond ini tiap kelompok diminta untuk memilih barang yang harus dilindungi yaitu isi pensil atau telur puyuh. Kelompok kami memilih isi pensil, lucunya sebelum berangkat isi pensil itu putus ketika mau disimpan disebuah tempat, dan poin kelompok kami pun dikurangi. Dalam perjalan outbond ada hal yang lucu dimana salah satu anggota kelompok kami celanannya bolong akibat permainan disalah satu pos, karena saya menggunakan celana rangkap akhirnya ya saya lepaskan dan pinjamkan kepada dia. Kami merupakan kelompok terakhir yang berangkat, jadinya pada pos terakhir kami langsung mendapat undian untuk pentas malam seni, dan kelompok kami diminta untuk membawakan perform acara “hipnotis Uya Kuya”. Sore hari kami melakukan persiapan hingga malam hari, cukup melelahkan bagi kami karena setelah beroutbond ria kami harus mempersiapkan penampilan yang harus lebih meriah lagi. Malam pentas seni yang berlangusng sangat meriah, ditemani api unggun dan perform oleh tiap-tiap kelompok dengan antusias membuat mala itu menjadi sangat berkesan bagi saya. Malam itu pun ditutup dengan pesta kembang api kecil-kecilan dan menerbangkan beberapa lampion seperti balon terbang sebagai harapan kami kepdepannya sebagai ketua ormawa UKWMS.

Tibalah dihari ketiga dimana kami harus berkemas dipagi hari, karena harus berpindah tempat ke lokasi dimana disiana akan diberikan materi-materi oleh pengurus-pengurus penting, Rektor, Wakil Rekor I dan bagian kemahasiswaan UKWMS. Dihari ketiga dan keempat cukup membosankan bagi saya, karena hanya bisa makan, duduk, dan mendengarkan materi-materi yang akan diberikan.
Hal menarik yang saya dapat selama proses 4 hari 3 malam ini adalah untuk menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah, segala sesuatunya membutuhkan proses yang panjang. Dari hal itulah yang nantinya akan menjadikan kita sebagai seorang pemimpin yang baik dan dapat membawa ormawa yang kita pegang menjadi lebih baik ke depannya.

Yosef Mario Nggoro / 1423012109 #JuOn
  

Kamis, 21 Agustus 2014

Dies Natalies Fakultas Bisnis UKWMS, It’s all about FUN !!!



Surabaya- Kota Pahlawan, itulah sebutan untuk kota yang menjadi Ibu Kota dari provinsi Jawa Timur dan merupakan kota metropolitan di provinsi ini. Kota ini juga merupakan salah satu kota yang memiliki banyak sekali institusi pendidikan yang ternama, mulai dari tingkat SD sampai universitas.

Univeritas Katolik Widya Mandala Surabaya, salah satu universitas swasta katolik yang sudah berumur 54 tahun. Universitas ini memiliki 10 fakultas yang cukup dikenal dimasyarakat kota Surabaya, salah satu fakultas yang tertua di UKWMS ini adalah fakultas bisnis. Fakultas bisnis merupakan fakultas ketiga yang muncul di universitas ini. Fakultas ini terbagi menjadi 4 program, yaitu program Manajemen S1, Akuntansi S1, Akuntansi D3, dan IBM (International Bussines Management). Fakultas ini mempunyai fokus pada penciptaan output lulusan yang mempunyai krediblitas, kompetensi dipimpin oleh dan bermoral etika. Fakultas yang sekarang Dr. Lodovikus Lasdi M.M. pada tahun 2012 ini, banyak menghasilkan prestasi yang membanggakan universitas dan terutama membanggakan fakultas bisnis dan program studi yang mendapatkan prestasi-prestasi itu sendiri. Kompetisi yang berhasil diraih, salah satunya adalah “National Problem Solving Competition” yang berhasil meraih peringat 1, juara 1 dan 3 pada kegiatan “Sociology Enterpreneur Bussines Plan”. 

Eric Hendrawan yang merupakan salah satu mahasiswa berprestasi dari fakultas bisnis manajemen, ditunjuk oleh fakultasnya menjadi ketua pelaksana pada salah satu event dalam rangka memperingati perayaan Dies Natalies fakultas bisnis yang ke 49. Pada tahun ini acara yang akan dikemas oleh fakultas bisnis sangat menarik. Event-event yang diselenggarakan antara lain, Enterpreneur Competition dan English Debate yang ditujukan pada siswa siswi tingkat SMA se Surabaya-Sidoarjo. Fakultas bisnis juga mempersiapkan acara untuk mahasiswa internal kampus sendiri yaitu senam masal, donor darah dan bakti sosial. Acara ini akan mulai diselenggarakan pada 4 sampai 6 September 2014. Menjadi sebuah event yang menarik pada acara Dies Natalis fakultas bisnis pada tahun ini, yaitu untuk perlombaan tingkat SMA yang akan memperebutkan piala Wali Kota dan juga terdapat undian kupon untuk kegiatan senam masal dengan door prize 1 unit sepeda motor. Teristimewa pada acara penutupan Dies Natalies Fakultas Bisnis ini akan mengundang Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Risma yang nantinya akan memberikan trophy kepada pemenang dalam kompetisi Entepreneur Competition.

Selasa, 12 Agustus 2014

Review Film "Radio Galau FM"

Judul Film : Radio Galau FM
Produser : Iqbal Rais
Tahun : 2012
Sasaran : Remaja

Film “Radio Galau FM” adalah sebuah film yang disutradarai oleh Iqbal Rais yang menceritakan kisah tentang kehidupan masa muda anak-anak SMA yang dilanda kegalauan, tokoh utama pada film ini bernama Bara. Bara, yang diperankan oleh Dimas Anggara adalah seorang anak SMA yang selama tiga tahun menjadi seorang jomblo. Selama 3 tahun itu pula dirinya menghabiskan waktu malam minggunya dengan laptop sambil menulis sebuah buku, karena impiannya adalah ingin menjadi seorang penulis yang terkenal. Bara mempunyai kakak perempuan yang bernama Rara yang terkadang suka menyindir adiknya bila sedang sendirian di kamar, tapi disisi lain kakaknya juga memberi dukungan agar adiknya tidak selalu merasa galau. Bara pernah merasakan yang namanya pacaran ketika masa SMPnya, tetapi apa yang dijalani selama masa-masa itu tidaklah sesuai dengan keinginannya. 

Dimasa SMAnya, Bara mempunyai seorang teman yang sangat dekat dengan dirinya yang bernama Rio yang mempunyai kebiasaan yang membuat Bara jadi merasa nggak banget, yaitu suka memanggil orang dengan sebutan Bro dan sok ganteng. Semasa SMA nya kali ini, tidak disangka-sangka ternyata Bara disukai oleh salah seorang adik kelasnya yang bernama Velin, seorang anak yang lucu dan sangat perhatian. Bara dan Velin mempunyai hubungan yang sangat dekat dan akhirnya mereka pun berpacaran. Awal-awal masa berpacaran banyak hal-hal positif yang menjadikan Bara lebih bersemangat dalam menjalani masa mudanya baik sebagai seorang pelajar maupun dalam hal menulis. Satu bulan menjalani masa pacaran terasa manis, namun setelah itu semuanya berubah menjadi asem. Banyak konflik hubungan yang muncul diantara mereka berdua, yang menyebabkan hubungan mereka tidak berjalan dengan lancar hingga mereka harus putus. Sikap Velin yang tidak ingin kehilangan Bara membuat dirinya ingin melakukan tindakan bunuh diri yang akhirnya membuat perasaan Bara menjadi galau kembali. 

Disisi lain Bara menemukan seorang cewek yaitu Diandra, seorang kakak kelas yang juga pada akhirnya berpacaran dengan Bara. Sikap Diandra kepada ternyata lebih dramatis dari pada Velin yang akhirnya membuat Bara menjadi lebih galau lagi dengan yang namanya hubungan pacaran. Hubungan mereka pun tidak berjalan lama, dan Bara pun mencoba untuk meminta kepada Velin agar hubungan mereka bisa kembali seperti dulu, tetapi Velin menolaknya. Akhir dari film ini Bara berhasil menyelesaikan buku yang dikarangannya sendiri, dan menjadi seorang penulis baru yang terkenal.

Film ini mencoba untuk menyampaikan pesan bahwa masa berpacaran diusia remaja tidaklah selalu indah, terkadang kita selalu merasakan perasaan galau yang terkadang berkepanjangan hingga akhirnya membuat diri kita menjadi bingung dengan apa yang harus kita lakukan.
Disisi lain film ini juga memberikan solusi bagaimana ketika perasaan galau itu datang dan melanda pikiran kita. Dengan melakukan hal-hal positif yang kita sukai, kita mampu untuk mengurangi perasaan galau itu.

Jadi, buat kalian yang masih diusia remaja dan suka galau dengan hubungan pacaran kalian, film ini bisa memberikan bagaimana kalian bisa mencari solusi dari kegalauan yang kalian rasakan. 

Nama : Yosef Mario Nggoro 
Kelas: A 
NRP : 1423012109
JuOn Kelas A