#search_form { display:none }

Kamis, 27 November 2014

Kaum Marginal - Cleaning Service

Perusahaan Outsourcing adalah perusahaan yang menyediakan jasa tenaga kerja, yang meliputi pekerjaan yang akan di tempatkan atau dibutuhkan pada perusahaan yang menginginkannya. Perusahaan dibidang jasa seperti ini memudahkan instansi-instansi yang membutuhkan jasa yang belum ada atau kurang. Salah bidang jasa yang disediakan oleh perusahaan Outsourcing yaitu layanan cleaning service.

Cleaning service bisa dkatakan sebagai sebuah pekerjaan yang dalam pelayanannya adalah memberikan kebersihan, kerapihan, dan kenyamanan dari sebuah tempat dimana ia ditempatkan. Pekerjaan yang dilakukan bertujuan untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Bekerja sebagai seorang cleaning service tidaklah begitu  mudah, karena pada prinsipnya sebagai layanan Outsourcing harus bekerja dengan prinsip efektif dan efisien.

Saat ini sudah banyak instansi-instansi mulai dari dinas pemerintahan, hiburan, hingga instansi pendidikan menggunaan layanan ini dalam rutinitas kerja setiap harinya. Salah satunya pada instansi pendidikan, dimana umumnya menggunakan layanan Outsourcing dalam bidang Cleaning Service sebagai penujang proses belajar mengajar disuatu tempat itu.

Bila dilihat dari sisi pekerjaan , bagi seseorang yang bekerja sebagai cleaning service kurang diperhatikan oleh orang-orang disekitarnya. Padahal bila dilihat secara mendalam, pekerjaan tersebut merupakan salah satu bagian yang penting juga dalam proses belajar dan mengajar.

Sebagai contoh: Bapak Dedi, seorang karyawan Outsourcing dalam layanan cleaning service yang ditenpatkan disalah satu instansi pendidikan tingkat universitas di kota Surabaya. Pria yang berasal dari kota Tulungagung ini sudah bekerja selama 2 tahun sebagai seorang cleaning service. Kesehariannya bekerja selama delapan jam sesuai dengan jadwal masuk yang telah ditentukan oleh atasan. Banyak hal yang harus dikerjakan setiap harinya, mulai dari mengelap kaca, membersihkan toilet, kelas, lantai-laintai dimana biasa mahasiswa duduk mengerjakan tugas, berkumpul dengan teman, dan pada akhirnya terkadang meninggalkan sampah bekas makan atau minum yang dibawa oleh mahasiswa/i tersebut. Penghasilan yang didapat dari pekerjaan ini bagi Pak Dedi terbilang kurang, karena di Surabaya Ia tinggal bersama istri dan kedua anaknya yang masih kecil. Dari hal itu Pak Dedi sendiri juga mempunyai kerja sambilan, yaitu membuat cone ice cream guna menambah pendapatan tiap bulannya.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cleaning service, silahkan kunjung i link dibawah ini:

Kamis, 23 Oktober 2014

Kritik 2 website berita Indonesia dan 3 Website Internasional mengenai analisis website


Analisis kekurangan :
1.      Terlalu banyak iklan
2.      Website berita tetapi juga menjadi website jual beli prodak, terdapat link ke portal web jual beli http://jualbeli.tribunnews.com/
3.      Terdapat menu image yang isinya kurang penting untuk publik
4.      Penggunaan Bahasa yang terlalu berlebihan pada judul artikel berita, contoh : http://www.tribunnews.com/nasional/2014/10/23/aria-bima-calon-menteri-dari-parpol-urusan-para-dewa

2.      http://www.tempo.co/

Analisis kekurangan
1.      Sangat terlalu banyak iklan
2.      Layout terlalu rumit membuat user menjadi bingung
3.      Terlalu banyak plugin yang tidak jelas


Analisis kekurangan
1.      Berita sepak bola mendominasi home page
2.      Terdapat pemasangan iklan yang sama
3.      Option pada menu edition kurang tepat dalam memberikan beberapa option pilihan, hanya ada : Asia, Taiwan, dan United States
4.      Terdapat ketidak sesuaian content menu berita pada salah satu edisi

  1. WWW.CBSNEWS.COM

Analisis kekurangan
1.      Layout terlalu panjang pada home page
2.      Terdapat content berita yang tidak sesuai, contoh : horror story
3.      Penempatan content layout berita yang kurang sesuai


Analisis kekurangan
1.      Menubar content berita sebelah kiri terlalu banyak dan panjang sehingga terlihat ribet
2.      Pemasangan gambar berita yang kurang pas dengan layout
3.      Iklan yang cukup banyak

4.      Layout terlalu membingungkan 

Rabu, 01 Oktober 2014

Awalnya Baik Tapi Pada Akhirnya Pencuri




Kriminalitas atau tindak kejahatan itu bukan merupakan peristiwa yang dapat terjadi dimanapun dan kapanpun. Tindak kriminal itu bisa dilakukan oleh siapapun juga, baik wanita maupun pria dan dapat berlangsung pada usia anak, dewasa ataupun lanjut umur. Tindak kejahatan bisa dilakukan secara tidak sadar dan tidak sadar, dalam artian bila dilakukan secara terencanakan dan diarahkan pada satu maksud tertentu secara sadar benar.  

Masyarakat pada saat ini yang sangat kompleks, mempunyai keinginan yang tidak akan pernah terpuaskan akan sesuatu hal. Hal ini menumbuhkan keinginan-keinginan materi yang tinggi, dan sering disertai oleh hasrat yang tidak sehat. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan  yang nikmat tetapi tidak  mempunyai kemampuan untuk mendapatkannya dengan jalan yang benar, mengakibatkan adanya dorongan individu untuk melakukan tindak kriminal. Surabaya yang menjadi salah satu kota metropolitan, tidak luput dari berbagai macam kasus kriminalitas yang terjadi setiap harinya. Kota pahlawan ini mengalami perkembangan yang sangat cepat, hal ini mengakibatkan jumlah penduduk yang tinggal di daerah Kota Surabaya semakin meningkat. Kondisi ini berpengaruh terhadap meningkatnya kebutuhan penduduk akan tempat tinggal, pekerjaan, sarana dan prasarana transportasi, serta fasilitas umum lainnya.

Foto Faradhita Widiastri
Salah satu tidak kriminal yang terjaidi di Kota Surabaya dialami oleh Faradhita Widiastri dan kakak perempuannya, yang dialami mereka dua tahun yang lalu. Faradhita, mahasiswi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Fakultas Teknik, jurusan Teknik Kimia angkatan 2012, yang merupakan anak bungsu dari dua perempuan bersaudara. Kejadian ini mengenai pencurian uang dari pembobolan ATM yang dilakukan oleh mantan dari kakak perempuanya. Dhita panggilan yang kerap digunakan oleh teman-teman dan keluarganya itu, memiliki sebuah tabungan yang dikumpulkan bersama dengan kakaknya pada salah satu instansi perbankan. Tabungan itu diurus oleh kakaknya dikarenakan ketika pembuatan tabungan itu kakaknya telah bekerja. Kasus ini berawal dari sebuah hubungan antara kakak Dhita sebut saja Ita dan pasangannya sebut saja Mudi, laki-laki yang akhirnya berbuat tindak kriminal terhadap Dhita dan Ita. Mudi yang pada waktu itu bekerja pada salah satu dealer motor di Kota Surabaya, menjalani hubungan yang baik dengan Ita. Berjalan kurang lebih satu tahun hubungan itu mulai muncul konflik yang terjadi, hingga mengakibatkan hubungan itu harus diakhiri dan pada akhirnya Ita lah yang memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka berdua.

Satu bulan kemudian, suatu malam Mudi menghubungi Ita dan mengajaknya keluar untuk menemani makan. Ita pun mengiyakan keinginan dari Mudi dan beberapa hari kemudian mereka pun pergi kesalah satu tempat jalan-jalan di Kota Surabaya. Tindak kriminal itu pun terjadi ketika mereka sedang makan area makan dimana tempat mereka jalan-jalan. Ketika makan Ita beranjak sebentar untuk ke toilet, dengan menitipkan tas, handphone, dan dompet kepada Mudi. Melihat adanya kesempatan, Mudi mengambil kesempatan untuk mengambil ATM dari dompet Ita, karena ketika mereka masih mempunyai hubungan yang khusus Ita pernah membertahu tentang kode ATM Ita kepada Mudi. Ita pun diantar Mudi pulang setelah makan, tetapi Ita sempat merasa aneh ketika diantar pulang karena raut wajah yang terlihat dari Mudi terlihat seperti orang yang sedang tegang.

Dua bulan kemudian teman Dhita dari malang datang ke Kota Surabaya untuk jalan-jalan. Dhita pun menemani temannya untuk berjalan-jalan keliling Kota Surabaya dan juga kesalah satu Mall untuk berbelanja. Pada waktu itu temannya meminta kepada Dhita untuk meminjamkan uang sejumlah dua ratus ribu rupiah untuk membeli sebuah barang dan uang itu tentu saja akan segera diganti. Dhita pun memberikan sejumlah uang yang ingin dipinjam oleh temannya berserta dengan nomer rekening bank karena perbedaan jarak tempat tinggal mereka berdua.

Beberapa hari kemudian temannya pun telah mengganti uang dan mengirimkannya ke nomer rekening yang telah diberikan Dhita. Temannya pun berpesan untuk segera mengecek apakah uangnya berhasil dikirim atau tidak. Besoknya Dhita dan saudara perempuannya pergi ke bank untuk menyetorkan uang dan juga untuk mengecek uang kiriman dari temannya. Print out buku tabungan pun keluar, disitu terlihat jumlah saldo yang telah ditabung oleh mereka berdua sekitar 53 juta hanya tersisa kurang lebih 12 juta. Ita pun meminta kepada petugas bank untuk mencetak setiap pengambilan yang terjadi selama beberapa bulan itu. Hasil data print  tersebut jumlah penarikan nominal uang yang keluar tidaklah terlalu besar dari total saldo awal dan juga terdapat data pentransferan uang kerekening bank yang berbeda dengan nominal uang yang cukup besar. Mereka berdua pun kaget mengetahui hal itu, petugas pun menawarkan cara untuk mengetahui nama dari rekening penerima uang tersebut. Cara itu pun dilakukan dan ternyata diketahui bahwa pemilik rekening itu adalah milik Mudi mantan pacarnya. Dhita langsung menghubungi orang tuanya mengenai kejadian yang dialami oleh mereka berdua.

Malam harinya Ita pun sengaja menghubungi Mudi dan sedikit membahas ketika hari dimana mereka terakhir keluar berdua. Mudi pun akhirnya mengaku atas perbuatan yang dilakukannya, hal itu dilakukan dengan alasan kepentingan pekerjaan, dan Mudi pun berjanji akan mengganti uang yang telah ia ambil tanpa ijin itu setiap bulannya hingga lunas. Pengembalian uang ternyata tidak seperti kesepakatan, jumlah uang yang diganti setiap bulannya tidak sesuai, kemudian kejadian ini pun diambil ahli oleh Ayah Ita dan Dhita, Ayahnya menghubungi Mudi dan mengancam bahwa jika uang itu tidak segera dikembalikan maka, kejadian ini akan dibawa ke polisi untuk diurus secara hukum karena dengan bukti yang dimiliki sudah sangat jelas, Mudi pun beralasan dirinya waktu itu sedang banyak pekerjaan diluar kota dan sempat mengalami sakit dan harus rawat inap disalah satu rumah sakit di Kota Surabaya. Meski sudah berulang kali dihubungi tetap saja uang itu tidak pernah dikembalikan hingga lunas. Ayah Dhita pun akhirnya tidak membawa kasus itu ke polisi dan mengiklhaskan uang yang telah dicuri oleh Mudi. Kabar dari Mudi sebagai pelaku kriminal pun hilang hingga hari ini. Kini Dhita dan saudarinya hanya bisa belajar agar lebih berhati-hati dengan orang disekitar mereka.

Kasus kriminal ini termasuk dalam UU ITE Pasal 30 ayat (1) yang menyebutkan, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apa pun ; dan ayat (3) yang menyebutkan, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/atau sistem elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, m enerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan . Di samping itu, juga dapat dijerat dengan Pasal 32 ayat (2) yang menyebutkan, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun memindahkan atau mentransfer informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik kepada sistem elektronik orang lain yang tidak berhak . Dan ketentuan berikutnya yang juga dapat digunakan adalah Pasal 36, yang menyebutkan, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain.

Rabu, 10 September 2014

Keputusan Hengkangnya Ahok dari Gerindra Tuai Reaksi di Sulut

Keputusan Ahok menjadi sebuah pembicaraan kader Gerindra di pusat atau pun pemerintah. Glenny Kairupan, Ketua DPD Gerindra Sulut menghargai keputusan yang diambil oleh Ahok. “Dalam Politik ada pilihan. Itu pilihan Ahok! Harus dihargai dan tentunya Partai Gerindra merekrut orang tidak sembarangan namun dalam perjalannya ada yang masuk da nada yang keluar “ujar Kairupan. Kairupan juga menambahkan mengenai Koalisi Merah Putih bahwa kepala daerah sebaiknya dipilih DPRD setempat demi negara Indonesia yang lebih baik.

Wakil sekretaris DPD Gerindra Sulut, Melki Suwah malah menyangkan keputusan yang diambil oleh Ahok. “Kami sangat menyayangkan sikapnya. Padahal besar harapan kami kepada Ahok untuk membesarkan partai,” ujarnya. Ahok merupakan salah satu kader yang berpotensial. Melki juga setuju mengenai Koalisi Merah Putih, karena bila melakukan pemilihan secara langsung banyak hal negative yang dapat terjadi salah satunya adalah money politic, selain itu juga bila melakukan Koalisi Merah Putih itu sesuai dengan apa yang tertulis di Pancasila, sila keempat mengenai permusyawaratan perwakilan. Melki menegaskan bahwa pihaknya ingin berjuang untuk kepentingan masyarat.

Sumber: 
https://id.berita.yahoo.com/keputusan-hengkangnya-ahok-dari-gerindra-tuai-reaksi-di-040811678.html

MENKO PEREKONOMIAN MERANGKAP SEBAGAI MENTERI ESDM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam masa akhir jabatannya menunjuk Chairul Tanjung sebagai Mentri ESDM pada Selasa 9 September 2014 menggantikan Jero Wacik yang menjadi salah satu tersangka korupsi. Penunjukan Chairul sebagai Pelaksana Tugas Mentri ESDM ditetapkan melalui Keppres No 77/P tahun 2014. Masa Jabatan ini dimulai pada 9 September 2014 sampai dengan 20 Oktober 2014, sesuai dengan berakhirnya masa Kabinet Indonesia Bersatu II.

Pada kamis  ini, Menko Perekonomian dijadwalkan memimpin rapat pimpinan di lingkungan Kementrian ESDM. Rapat ini akan dihadiri oleh wamen, pejabat eselon satu Kementrian ESDM, Kepala SKK Migas dan Kepala BPH Migas.

Keberadaan Mentri ESDM menjadi penting untuk memutuskan asumsi dasar RAPBN 2015 bersama Komisi VII DPR yang penjadwalannya akan berlangsung pada 16 atau 17 September 2014.

Sumber:
https://id.berita.yahoo.com/presiden-tunjuk-menko-perekonomian-sebagai-menteri-esdm-043414630.html


Kamis, 28 Agustus 2014

Pembekalan calon pemimpin Ormawa UKWMS 2014/2015




Kegiatan yang diadakan oleh BPMU angkatan 2014 yang diselenggarakan di daerah gunung Tabor, Malang, dimulai pada tanggal 19-22 Juni 2014. Kegiatan yang berisikan outbond dan pemberian materi seputar universitas dan bagaimana menjadi ketua ormawa yang baik. Saya mewakili UKM 3 sebagai calon ketua ormawa karena pada saat itu kami belum sempat melakukan pemilihan ketua periode yang baru. Dari 44 ormawa kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang tentu akan berdinamika bersama selama 4 hari 3 malam.

Dihari pertama, kami 44 calon ketua ormawa dikumpulkan jam 7 pagi di plasa UKWMS Dinoyo. Pada waktu itu kami diminta untuk mempersiapkan makanan yang telah ditentukan oleh panitia, dan mengumpulkan perlengkapan-perlengkapan yang akan digunakan selama pembekalan kali ini. Sebelum keberangkatan Wakil Rektor 1, Bpk. Harto memberikan sedikit kata-kata motivasi untuk mengikuti kegiatan ini.  Kami pun akhirnya berangkat pukul 08.00 WIB, dengan menaiki garnisun dan gisang yang telah dipersiapakan oleh panitia.

Sesampainya di lokasi, kami diminta untuk memakan makanan yang telah kami persiapkan sebelum berangkat sebagai makan siang kami. Kelompok kami diminta untuk membuat satu bungkus makanan untuk tiap anak yang berisis nasi, ikan lele, selada, dan dadar jagung. Saat makan ternyata makanan yang telah kami siapkan ditukar dengan kelompok yang lain, dan cara kami makan pun diatur oleh panitia. Kami semua diminta untuk duduk melingkar sesuai dengan kelompok masing-masing kemudian tangan kami diikat satu dengan yang lainnya, dan kami harus saling menyuapi. Hal menarik pula dalam makan siang ini, minum yang disediakan hanya 1,5 liter dan itu untuk seluruh peserta yang ikut dalam kegiatan ini tidak termasuk panitia.
Seusai makan kami diminta untuk menaruh barang kami di kamar yang kami pilih secara bebas. Luar biasanya kamar-kamar yang kami tempati tidak ada lampu sama sekali dan hanya beralaskan karpet. Kami pun melanjutkan dengan outbond pertama, dimana kami diminta untuk mengambil koin dan sedotan dalam sebuah baskom yang telah diisi campuran tepung, kopi, biscuit, dan kanji. Yaaaaah…. rasanya tentu sangat tidak enak dan juga sambil ditemani dengan cuaca hujan. Berlanjut ke pos berikutnya dimana tiap kelompok harus mengambil sebuah bola pimpong yang telah diberi nomer di dalam sebuh kolam. Nomer-nomer itu ternyata merupakan sebuah bentuk perform secara langsung dan juga terdapat beberapa atribut pakaian yang harus dipakai oleh salah satu dari perwakilan kelompok, dari pos itu menunjukan seberapa besar kepercayaan diri kami, dan setelah itu pun kami diminta untuk berbenah diri untuk mengikuti sesi berikutnya.

Sesi berikutnya kami diminta untuk bermain permainan kecil, yaitu naga-nagaan, dimana satu kelompok kakinya diikat semua kemudian diberikan sebuah balon untuk dilindungi. Pada saat makan malam kami diberikan sebuah tempeh yang berisi makanan yang harus kami habiskan, kami tidak diberikan sendok jadi dengan tidak langsung yah menggunakan tangan, untungnya nggak pake suap-suapan lagi. Sesi berikutnya kami diminta untuk membuat sebuah bentuk bebas dengan menggunakan 1 bungkus sedotan dengan kriteria harus kuat, tidak boleh jatuh saat ditiup, dan tidak boleh roboh ketika diangkat dan dijatuhkan. Barang-barang yang dihasilkan oleh tiap-tiap kelompok sangat menarik, ada yang membuat kincir angin, menara, dan lain-lain. Kami pun diminta tidur setelah kegiatan itu, tapi anehnya tidak biasanya dalam sebuah kegiatan pelatihan kami diminta tidur dengan secepat itu, kira-kira waktu itu jam 8 malam. Ternyata benar, pada saat kami berisitirahat, satu persatu peserta dibangunkan untuk menyelesaikan sesi JJM (Jalan-jalan Malam). Ada 5 pos yang harus saya lewati, tiap pos mempunyai makna dan bila berhasil menyelesaikan pos akan diberikan sebuah pesan bersambung, dan bila gagal wajah kami akan dicoret dengan tepung. 

Pada hari kedua, kami melakukan senam dan diberi asupan campuran coklat, biscuit dan snack. Setelah itu kami dibagi menjadi beberapa kelompok baru, dan diminta untuk menyelesaikan outbond. Lintasan yang dilalui cukup berat, karena kami harus melintasi sungai dan juga pos-pos. Dalam outbond ini tiap kelompok diminta untuk memilih barang yang harus dilindungi yaitu isi pensil atau telur puyuh. Kelompok kami memilih isi pensil, lucunya sebelum berangkat isi pensil itu putus ketika mau disimpan disebuah tempat, dan poin kelompok kami pun dikurangi. Dalam perjalan outbond ada hal yang lucu dimana salah satu anggota kelompok kami celanannya bolong akibat permainan disalah satu pos, karena saya menggunakan celana rangkap akhirnya ya saya lepaskan dan pinjamkan kepada dia. Kami merupakan kelompok terakhir yang berangkat, jadinya pada pos terakhir kami langsung mendapat undian untuk pentas malam seni, dan kelompok kami diminta untuk membawakan perform acara “hipnotis Uya Kuya”. Sore hari kami melakukan persiapan hingga malam hari, cukup melelahkan bagi kami karena setelah beroutbond ria kami harus mempersiapkan penampilan yang harus lebih meriah lagi. Malam pentas seni yang berlangusng sangat meriah, ditemani api unggun dan perform oleh tiap-tiap kelompok dengan antusias membuat mala itu menjadi sangat berkesan bagi saya. Malam itu pun ditutup dengan pesta kembang api kecil-kecilan dan menerbangkan beberapa lampion seperti balon terbang sebagai harapan kami kepdepannya sebagai ketua ormawa UKWMS.

Tibalah dihari ketiga dimana kami harus berkemas dipagi hari, karena harus berpindah tempat ke lokasi dimana disiana akan diberikan materi-materi oleh pengurus-pengurus penting, Rektor, Wakil Rekor I dan bagian kemahasiswaan UKWMS. Dihari ketiga dan keempat cukup membosankan bagi saya, karena hanya bisa makan, duduk, dan mendengarkan materi-materi yang akan diberikan.
Hal menarik yang saya dapat selama proses 4 hari 3 malam ini adalah untuk menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah, segala sesuatunya membutuhkan proses yang panjang. Dari hal itulah yang nantinya akan menjadikan kita sebagai seorang pemimpin yang baik dan dapat membawa ormawa yang kita pegang menjadi lebih baik ke depannya.

Yosef Mario Nggoro / 1423012109 #JuOn
  

Kamis, 21 Agustus 2014

Dies Natalies Fakultas Bisnis UKWMS, It’s all about FUN !!!



Surabaya- Kota Pahlawan, itulah sebutan untuk kota yang menjadi Ibu Kota dari provinsi Jawa Timur dan merupakan kota metropolitan di provinsi ini. Kota ini juga merupakan salah satu kota yang memiliki banyak sekali institusi pendidikan yang ternama, mulai dari tingkat SD sampai universitas.

Univeritas Katolik Widya Mandala Surabaya, salah satu universitas swasta katolik yang sudah berumur 54 tahun. Universitas ini memiliki 10 fakultas yang cukup dikenal dimasyarakat kota Surabaya, salah satu fakultas yang tertua di UKWMS ini adalah fakultas bisnis. Fakultas bisnis merupakan fakultas ketiga yang muncul di universitas ini. Fakultas ini terbagi menjadi 4 program, yaitu program Manajemen S1, Akuntansi S1, Akuntansi D3, dan IBM (International Bussines Management). Fakultas ini mempunyai fokus pada penciptaan output lulusan yang mempunyai krediblitas, kompetensi dipimpin oleh dan bermoral etika. Fakultas yang sekarang Dr. Lodovikus Lasdi M.M. pada tahun 2012 ini, banyak menghasilkan prestasi yang membanggakan universitas dan terutama membanggakan fakultas bisnis dan program studi yang mendapatkan prestasi-prestasi itu sendiri. Kompetisi yang berhasil diraih, salah satunya adalah “National Problem Solving Competition” yang berhasil meraih peringat 1, juara 1 dan 3 pada kegiatan “Sociology Enterpreneur Bussines Plan”. 

Eric Hendrawan yang merupakan salah satu mahasiswa berprestasi dari fakultas bisnis manajemen, ditunjuk oleh fakultasnya menjadi ketua pelaksana pada salah satu event dalam rangka memperingati perayaan Dies Natalies fakultas bisnis yang ke 49. Pada tahun ini acara yang akan dikemas oleh fakultas bisnis sangat menarik. Event-event yang diselenggarakan antara lain, Enterpreneur Competition dan English Debate yang ditujukan pada siswa siswi tingkat SMA se Surabaya-Sidoarjo. Fakultas bisnis juga mempersiapkan acara untuk mahasiswa internal kampus sendiri yaitu senam masal, donor darah dan bakti sosial. Acara ini akan mulai diselenggarakan pada 4 sampai 6 September 2014. Menjadi sebuah event yang menarik pada acara Dies Natalis fakultas bisnis pada tahun ini, yaitu untuk perlombaan tingkat SMA yang akan memperebutkan piala Wali Kota dan juga terdapat undian kupon untuk kegiatan senam masal dengan door prize 1 unit sepeda motor. Teristimewa pada acara penutupan Dies Natalies Fakultas Bisnis ini akan mengundang Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Risma yang nantinya akan memberikan trophy kepada pemenang dalam kompetisi Entepreneur Competition.